Jangan Bermain-main Dengan Aurat

Jika aurat dipamerkan di koran dan jalanan

Allah mengambil cahaya-Nya

Tinggal paha mulus dan leher jenjang

Tinggal bentuk pinggul dan warna buah dada

Para lelaki yang memelototkan mata

Hanya menemukan benda

Jika wanita bangga sebagai benda

Penggalan pusi di atas karya Emha Ainun Najib berjudul Cahaya Aurat,terdapat dalam buku kumpulan puisi Lautan Jilbab. Sungguh sanga tepat apa yang disebutkan dalam puisi tersebut. Jika wanita bangga memamerkan aurat, maka ia turun derajatnya sebagai manuasia. Namun anehnya zaman sekarang banyak kaum hawa yang justru berlomba memamerkan aurat, bepakaian super mini, super ketat sebagai gaya tren masa kini. Berpakaian tetapi serasa tidak berpakaian.Padahal Allah sudah mengatur tata cara atau adab berpakaian khususnya bagi kaum hawa berupa jilbab. Sebagai mana firman Allah Surat Al Ahzab ayat 59,

”Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”.Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.

Disitu jelas diterangkan mengapa Allah memerintahkan kaum hawa untuk berjilbab. Pertama, supaya mereka mudah dikenali. Kedua, supaya tidak diganggu.

Aurat wanita terdiri hampir seluruh tubuh kecuali muka dan telapak tangan. Anggota tubuh lain sangat rentan menimbulkan tindak kemaksiatan dan kejahatan. Walau hanya terlihat betisnya saja, bagi kaum pria yang melihatnya itu sudah maksiat bahkan suara seorang perempuan juga termasuk aurat, karena dapat melenakan bagi orang-orang yang mendengar kemerduannya. Banyak kasus kriminal pemerkosaan terjadi bermula dari tertarik melihat kemolekan tubuhnya.Sebab itulah, Allah Yang Maha Penyayang pada makhluk-Nya memerintahkan kaum hawa tuk menutup seluruh auratnya demi keselamatannya sendiri maupun orang lain. Ibarat kata aurat adalah perhiasan. Wajib kita jaga.Namun kita pantas prihatin saudari-saudari kita, tidak yang ibu maupun anak remaja begitu terpengaruh gaya pakaian orang barat atau para selebiritis atau artis. Mereka senang hati mengikutinya karena dianggap modern, tren, funki /kren n gaul. Kita banyak menjumpai para perempuan macam itu di mall-mall, di supermaket, di kantor bahkan di sekolah maupun di kampus berbusana ngablak, berpakaian mini/ jangkis sengaja memeperlihatkan kemolekan tubuhnya tuk cari perhatian. Sekalipun mereka adalah seorang muslimah. Bahkan para artis kita , biduanita kita yang ironisnya beberapa diantara telah berulang kali melakukan umroh, juga remaja-remaja kita sekarang berpakaian seperti wanita-wanita jahiliyah, tidak islami sama sekali, seolah tidak merasa bahwa itu adalah dosa.

Budaya kemaksiatan pamer aurat dikalangan masyarakat kita yang merajalela memang tidak ketulungan. Televisi-televisi menyajikan tayangan-tayangan seputar perut dan dada menghiasi tiap hari yang tentu sangat dimurkai oleh Allah SWT. Terlebih kita tercatat sebagai negara yang berpendudukan muslim yang kedua terbesar setelah india. Satu lagi, bagi kaum wanita yang suka menarik perhatian dengan memamerkan tubuhnya dan auratnya tidak diperkenankan mencium bau surga. Ini didasarkan pada sabda Rasulullah saw,

“Dua golongan dari ahli neraka yang belum pernah aku lihat sebelumnya yaitu kaum lelaki yang membawa cemeti seperti ekor sapi yang merek pergunakan untuk mencambuk manusia dan kaum wanita yang berpakaian tetapi sebenarnya telanjang, berjalan berlenggak-lenggok untk menarik perhatian. Kepala mereka seperti punukunta yang miring. Mereka tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya. Padahal bau surga dapat tercium dari jarak ini dan itu”.

Nah, loh. Maukah kita sebagai salah satu dari dua golongan itu? So, jangan pernah main-main dengan auratmu! Tutup auratmu, jaga auratmu, jaga harga diri dan martabat.